Friday, November 13, 2015

Drowning

In the darkest hour of the night
My eyes refuse to bow down
To the demand of my sleepy body
Staring the dusty white ceiling
My gaze seems entrapped in the cobweb
That left bedecking the corner of my room
I feel myself drowning
Sinking In the unseen oceanic
Created by not a soul except mine
Drowning in the dark world
Parted away from my Lord
Regrettably, it was me
Who builds the barrier
It was my foot
That sauntered away from Him
I feel empty
Amid the richness of my affluence
I have been forgetting
The path that I used to walk in
As if I’m not my old self
I miss Him
I miss the moment
When my forehead touches
The cold marble ground of my chamber
I miss the time
When my fingers wiping off
The watery eyes of mine
In the midst of nocturnal
Reminiscing my past days
Being the cliché version of me
Forgetful and oblivious
Of the order of my Lord
And my heart is aching
Seems like dying


O my Lord
Hear me please
Guide me please
Strengthen me please
I’m in need of you
While you are free of any need
Forgive me
My soul yearns to be called
The “Reassured Soul”
With the leverage of
Entering into Your Jannah
In the company of the Blessed one.
.........................

"O reassured soul,
Return to your Lord, well-pleased and pleasing [to Him],
And enter among My [righteous] servants
And enter My Paradise"
Al-Fajr, 89;27-30

 ........................... 

End Notes:
in the pitch dark of night 
sitting by the corner of my living room 
trying to manifest the quench 
of my thirsty heart
the saga of yearning;
my One and Only Lord. 
*in the company of 
Yiruma - When the Love Falls
[ https://www.youtube.com/watch?v=IVeD9b8cgow ]

2.30 am / Taman Melati, Kuala Lumpur.

Tuesday, October 13, 2015

You


They said
We’re gonna meet
One day, at a juncture
Of a random road
On certain second, minute and hour
It could be tomorrow or day after

They said
You just have to have faith
As faithful as the moon
Waiting for the sun
Sharing part of its vividness
To shine the darkest hour of night

They said
Keep walking
Keep waiting
Keep wondering
Coz’ she’ll be ascending
Sonner or later
That’s what they said

They said
‘As patient as an ox’
And I found myself stumble
By the corner of my chamber
Telling myself to be patient
But my dil keeps denying
Guiding me vice versa

They said
Go look for her
At any mountain, sea or lake
Maybe she’s too shy
As shy as the fawn
Maybe she’s waiting
For you to knock her door

And I said
I’ll keep walking 
I’ll keep waiting
I’ll keep wondering
Till I find you
Coz’ I have faith
Someday we’ll meet
And from that day forth,
You’ll be with me
Insha'Allah


In the heat of gloomy sun
Bukit Bintang, Kuala Lumpur
"Yiruma - Till I Find You"

Friday, October 02, 2015

My Sweet Ammi


Its new day again
And every new day
Reminds me of the unshakable fact
The time-space of us
As if it’s a long thread
And there we are
Holding each end of it
We keep eyeing it
Being cut bit by bit
Leave us with shorter thread
Our limited time is been taken away
Second by second
Soon I’m gonna miss
The bright smile on your
Sweet loving motherly face
Soon I’m gonna miss
The warmest touch
Of your soft hand
Soon I’m gonna miss
The sweet smell
Of your black brownish hair
The brownish of henna
Sparking the brightness
Of your beautiful façade
Hearing your sugary laugh
Pleasing my eardrum
As if a sweet melody
Is playing over my hearty heart
In the darkest of night
Your figure is running over
Through my gloomy mind
It sparks the blazing fire
Of longing and love
Burning my calmness
As our thread is getting shorter
And our limited time
Soon gonna comes to an end
I’m afraid
Have I really cherish
The innumerable love of yours
My sweet Ammi

In the midst of Haze
Ba'da Zuhr
Kuala Lumpur
Over the melody of piano:
"Yiruma - Passing By"

Thursday, March 12, 2015

dream

Last night
I dreamt of you
You are still here
Breathing weakly
Looking at me
With teary eyes
I'm confused
I thought you were long gone
I thought you went missing
But you are still here
Strange
As if I could read you
As if you are giving me hints
But why I'm not saying it
I was silent
And I can't utter any word
You were long gone
You are now with your Maker
May be peace be upon you
May you be happy over there
The other side of another world
With your Rabb
And again
You were here in my dream..

12/10/2015
Robinvale

Tuesday, February 03, 2015

Seolahnya

Simbahan cahaya mentari
Bagaikan harum bau kasturi
Apatah lagi di musim dingin salji
Terasa ketenangan membaluti
Lalu membias senyuman dibalik pipi

Maka,
Disaat indah itu
Akal dan hati mengukir rindu
Pada susuk tubuh yang Satu
Ironinya figura itu masih belum kutemu
Khabarnya dia wujud ribuan tahun lalu
Anehnya cinta dan rindu
Ia bisa terukir dikalbu
Walau tiada pertemuan yang berlaku

Seolahnya,
Dia masih berjalan disisi manusia
Bait tutur kalamnya masih terasa
Ukiran indah senyum tawa
Terpapar setia dibalik minda

Seolahnya,
Kita pernah bersua
Menjamah tamar bersama
Menghirup zam-zam penghilang dahaga

Seolahnya,
Kita pernah mengatur langkah
Melalui padang pasir yang merekah
Menuju ke kota Mu, Al-Madinah

Namun,
Semua itu hanya mimpi indah
Sengajaku ukir peneman dikala susah
Menjadi ubat penyembuh resah
Resah rindu dan cinta padamu Rasulullah

Hakikatnya,
Mimpi ini enak dimain
Dikala mentari menghangat dihari dingin
Dikala bauan kasturi harum dihembus angin
Dikala hatiku ditusuk rindu dihari kelmarin.

Alunan Musik Latar yang Menusuk Kalbu:
Lah Ahmad - Kehadiranmu


Diambang waktu Zohor,
4/2/2014
Melbourne.


Thursday, December 18, 2014

Penantian

Semalam air matamu bergenang
Hati kecilmu tiada tenang
Walau garis senyummu kelihatan
Namun jiwamu robek dek torehan
Kerna penantianmu kian panjang
Hingga air matamu kekeringan
Dan pasrah mula bertandang
Kau membiar takdir berjalan
Mengemudi bahtera kehidupan

Disaat manusia lain bahagia berteman
Kau dibaluti belati kesepian
Seolahnya kau tiada harapan
Dua kakimu longlai dari terus berjalan
Seolahnya doa yang dikirimkan
Masih terbang diawangan
Dan dipenghujung jalan
Hatimu terdetik keraguan

Mujur Iman setia meneman
Menjadi sahabat yang menenangkan
Menjadi pelita dikegelapan
Menjadi jambatan diakhir jalan
Agar kau tiada putus harapan
Kerna kau masih punya Tuhan
Agar torehan dilubuk dalam
Diubati oleh Cinta yang penuh Kecintaan

Cinta Al-Wadud, Cinta yang tiada batasan
Kasih al-Rauf, Kasih yang tidak kekeringan
Bagai aliran sungai Salsabil yang tiada kehausan
Begitulah segar Cinta dan Kasih Tuhan
Usah kau gusar kebimbangan
Kerna masih terngiang dibalik dua gegendang
Akan ucapan yang diucapkan
Antara dua sahabat di gua kelam
Saat manusia lain berlaku kejam
Dia tenang menutur bait kalam
"Janganlah engkau bermuram durja,
sesungguhnya Allah bersama kita"



“Kalau kamu tidak menolongnya (Nabi Muhammad) maka sesungguhnya Allah telahpun menolongnya, iaitu ketika kaum kafir (di Makkah) mengeluarkannya (dari negerinya Makkah) sedang ia salah seorang dari dua (sahabat) semasa mereka berlindung di dalam gua, ketika ia berkata kepada sahabatnya: "Janganlah engkau berdukacita, sesungguhnya Allah bersama kita". Maka Allah menurunkan semangat tenang tenteram kepada (Nabi Muhammad) dan menguatkannya dengan bantuan tentera (malaikat) yang kamu tidak melihatnya. Dan Allah menjadikan seruan (syirik) orang-orang kafir terkebawah (kalah dengan sehina-hinanya), dan Kalimah Allah (Islam) ialah yang tertinggi (selama-lamanya), kerana Allah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.”
At-Tawbah, 40


Disaat langit kelam malam,
Melbourne; 12.50 AM

Ditemani Musik Latar:
 “Kungfu Piano: Cello Ascends – The Piano Guys”




#Buat sahabatku, usah kau bersedih. Kau bidadari yang dijaga. Kerna itu, Dia memilih Putera yang indah akhlak dan rupa. Bersabarlah, kerna sabar itu sesuatu yang indah lagi disukai Tuhan yang Maha Esa. :)




Saturday, December 06, 2014

Sayap Rahmat



Melalui denai-denai hari
Terusku mengukir derapan kaki
Dan dua bebola ini menjadi saksi
Akan hakikat kehidupan yang berarti

Aku melihat mereka
Kian kehausan tenaga
Bagai ada parasit bermaharajalela
Menghirup segenap usia yang tersisa
Lantas meninggalkan mereka terpinga
Ditemani perit sakit yang melanda
Melemahkan rangka tubuh tua
Sama sekali berbeza dahulu kala

Disaat nafasku belum mulai hembus
Sampai batas waktu nafas mereka terlupus
Merekalah sayap yang menjaga
Melindungi segenap inci yang ada
Dari butir-butir nasi yang disuap mesra
Hingga ke sepatu berkapur putih siap tersedia
Tiada yang diabai apa lagi dialpa
Ditatangku bagai minyak yang sarat penuh
Dijaga agar tiada titikan yang menitik jatuh
Kerna aku figura berharga bagi mereka
Melangkaui nilai emas dan permata
Kerna aku hadiah dan amanah yang dikirimkan
Oleh Tuhan yang Menciptakan

Jika dulu tubuhku lemah
Tiada daya ku menutur langkah
Namun kau berdiri setia disisi
Agar tidakku jatuh dan menangis sendiri
Mengajarku berjalan dan berlari

Dan kini,
Aku berjalan dengan kejayaan
Manusia melihatku dengan senyuman
Memuji segala satu kemenangan
Walhal hakikat yang tersimpan
Dikaulah pemilik kejayaan dan kemenangan
Kerna tiadalahku berdiri hari ini
Tanpa kekuatan yang dihembusmu semalam

Tinta kata ini sekadar abjad yang ditulis
Melahirkan segala rasa yang tergaris
Mungkin sukar bagiku menutur baris
Bait-bait cinta dan rindu yang tertulis
Namun hakikatnya kau terikat erat dihati
Kekal segar tumbuh diruang cintaku abadi
Salam Kasih ku noktahi ceritera hati ini.


Dan hendaklah engkau merendah diri kepada keduanya kerana belas kasihan dan kasih sayangmu, dan doakanlah (untuk mereka, dengan berkata): "Wahai Tuhanku! Cucurilah rahmat kepada mereka berdua sebagaimana mereka telah mencurahkan kasih sayangnya memelihara dan mendidikku semasa kecil."
Al-Isra'; 24


Melbourne, ditemani renyai hujan
5.01 PM
7/12/2014
Ditemani Musik Latar : Baji – Ayah, Ibu, Anak.